Keputusan peperiksaan telah pun hampir keluar, bahkan ada beberapa Kuliah yang telah keluar. Semakin berdebar rasa hati untuk mengetahuinya. Apakah akan membuatkanku tersenyum atau nauzubillah sebaliknya.
Kemarin aku terdengar sebuah kisah membuatkan aku sedikit terhibur. Memang tidaklah terlalu rumit pengajaran yang ada di dalam kisah ini. Tapi ia sangat cukup memberikanku kesedaran.
Kisahnya menceritakan perihal seekor burung yang pada suatu hari terbang lalu melihat kejadian yang menimpa Nabi Allah Ibrahim AS yang sedang dibakar oleh kaumnya. Melihat keadaan itu dia pun berpatah balik mencari air. Burung itu kemudian membasahkan seluruh badannya lalu terbang kembali ke arah di mana Nabi Ibrahim AS dibakar. Ketika berada tepat di atasnya burung tersebut berusaha merenjiskan sisa-sisa air yang masih ada di badannya.Tentunya usaha itu tidak sedikit pun membantu untuk memadamkan api yang besar itu. Namun burung itu seakan-akan menunjukkan kepada kita bahwa bukan hasil yang menjadi alasan utama tindakkannya. Burung itu tidak mampu untuk memadamkan api tersebut, namun dia juga tidak mahu melepaskan peluang keemasan itu. Maka dia melakukan apa yang dia mampu sesuai keupayaannya.
Kisah ini memberikan beberapa pengajaran berharga antaranya :
1. Usahalah semampumu, buatlah sesuatu dengan “habis baik”.
2. Ganjaran diberikan bukan kerana hasil, tetapi dinilai dari usaha.
3. Jangan pernah berasa putus asa. Teruskan bersangka baik terhadap Allah.
Setelah mendengar kisah ini ada perasaan lega dihatiku. Ia sedikit sebanyak membuatkan aku lebih percaya diri dan bersedia menerima keputusanku nanti. Allah SWT telah menjanjikan bahwa kebaikan tentu akan dibalas dengan kebaikan. Aku juga rela dengan apa saja keputusan yang Allah SWT tetapkan bagiku. Usaha telah dimaksimalkan. Munajat dini hari dan amalan-amalan kebaikan telah dilaksanakan. Yakinlah akan janji Allah SWT. Aku juga yakin bahwa tanpa rahmat dan ihsan Allah SWT, usahaku tidak ada makna. Namun, di sisi lain aku resah dan khawatir. Hatiku yang selalu lalai. Nafsuku yang selalu menjerumuskan. Mataku, lidahku, anggota badanku, semuanya selalu kusalah gunakan. Ya Allah masih adakah sisa pengampunan buatku. Inni zholamtu nafsi, faghfirli warhamni fainlam taghfir wa tarham fa akunannaminal khosirin.
Sahabat doakanlah…






