Alhamdulillah semalam telah berakhir sebuah pertempuran yang melelahkan, walaupun hasil dari pertarungan masih belum diketahui bahkan harus menunggu tujuh hingga lapan bulan untuk medapatkannya, beban tersebut akhirnya pergi jua. Menghadapi peperiksaan adalah suatu yang hal sangat melelahkan apalagi bagi kami Azhariyyun, peperiksaan adalah segala-galanya, salah strategi, perancangan dan tindakkan akan mengakibatkan ujung perjalanan semakin jauh dari pandangan, bagaimana tidak, gagal tiga mata pelajaran akan menyebabkan kita terkandas dan ditinggal kapal terbang wal’iyadzubillah.
Banyak pakar motivasi yang menyatakan bahwa seseorang haruslah memberikan hadiah sebagai ganjaran kepada dirinya setelah melalui suatu perkara. Kesepakatan dibuat, sebuah pusat membeli belah kecil di daerah abbas al-’aqod menjadi pilihan, kami bertiga melakukan hal yang amat jarang kami lakukan ’shopping window’. Setelah puas berjalan akhirnya kami memilih restoran washoya sebagai tempat mengisi perut. Sambil menunggu hidangan aku merekam seluruh pemandangan yang kemudian ku cerna sebelum membuat sebuah kesimpulan. Ada suatu hal yang akhirnya menjadi perhatianku selama berjam-jam disitu, bacaan al-qur’an.
Bacaan al-qur’an adalah bunyi yang paling sering kita dengar di sini asalkan pemilik kedai itu seorang muslim. Mereka sangat menikmati bacaan al-quran bahkan kedai-kedai besar seperti kedai pakaian, supermarket, showroom kereta, hotel tidak segan-segan memasangnya dengan volume yang tinggi. Begitu juga dengan mushaf al-quran. Pemandangan orang membaca al-quran di dalam bas, pasar, tepi jalan, taman dan lain lain adalah pemandangan indah yang belum dapat kita lihat di negara kita.






