Nidaur Rahman

Posted on June 18th, 2009 in Tazkirah

Nidaur Rahman atau seruan Rahman. Ar-Rahman sentiasa menyeru hamba-hamba yang dikasihi. Menyeru dengan bisikan nurani. Menyeru dengan peristiwa. Menyeru dengan petanda. Malah yang paling zahir Ar-Rahman menyeru dengan kata-kata.

Seruan berupa kata-kata Allah jelas termaktub di dalam Al-Quran yang wujudnya akan kekal sehingga hujung usia bumi. Adalah suatu yang wajar untuk menjawap atau paling tidak memberi perhatian ketika nama kita diseru.

Seandainya kita merupakn seorang Doktor dan kita sedang duduk semeja dengan beberapa orang teman yang bukan sejawat dengan kita, kemudian hadir seseorang dan menyeru, “Wahai Doktor” tentu kita akan memberi perhatian kepada dia yang menyeru itu. Hanya aku yang bergelar doktor di meja ini maka aku harus memberi perhatian kepadanya. Ada kesedaran dan perasaan kepemilikian. Bahkan kita akan merasa seakan-akan kita mengkhianati diri dan mengkhianati gelar kita jika kita bersikap tidak acuh atas seruan itu. Seandainya gelaran yang kita sandang itu besar nilainya disisi status masyarakat, maka sikap kita perlulah setaraf dengan ketinggian nilai gelaran kita itu. Perdana Menteri sebagai contoh. Ia merupakan gelar yang hanya disandang oleh satu orang sahaja di sesebuah negara. Seandainya dia yang menyandang gelar sebesar itu dan tidak mengendahkan ketika ada yang menyerunya dengan gelaran itu, maka dia sendiri telah membuat sebuah penafian terhadap dirinya dan terhadap gelarannya.

Begitu halnya dengan seruan yang datang dari Allah SWT Ar-Rahman. Ketika Allah SWT menyeru “wahai manusia..” maka seruan itu berupa sebuah seruan yang umum. Meliputi semua yang berkaki dua, bertangan dua, bermulut satu, bermata dua, bertelinga dua, mampu berfikir dan mampu berbicara. Maka adalah selayaknya mereka bercicikan itu untuk memberi perhatian atas seruan yang diucapkan.

Apabila Allah SWT menyeru “wahai orang yang beriman..” maka Allah SWT telah membuat sebuah pengkhususan. Sebuah pengkhususan yang membezakan sebuah golongan dari keseluruh manusia yang ada di atas muka bumi ini. Golongan yang paling mulia disisiNya dan disisi seluruh penghuni langit dan bumi. Gelar yang diberikan kepada golongan ini adalah harga, nilai dan martabat yang melayakkan golongan ini mendapat keistimewaan layanan dari Allah SWT.

Abdullah Ibn Mas’ud RA pernah suatu ketika diminta agar memberi wasiat kepada seseorang. Maka berkatalah Abdullah Ibn Mas’ud RA, “ketika Allah SWT menyerumu maka berikanlah kedua pendengaranmu kepada seruan itu. Sungguh tidak akan datang setelah seruan itu melainkan kebaikan yang akan diperintahkan atau keburukkan yang akan dilarang.”

Menangislah wahai kalian yang mengaku beriman sedang kalian belum memberikan sepenuh perhatian kalian kepada seruan Allah SWT. Menyesallah wahai kalian yang mengaku beriman jika seruan terhadap kalian belum kalian endahkan. Hinakanlah diri kalian yang mengaku beriman sedang seruan Ar-Rahman belum menarik hati kalian untuk memalingkan minda dan hati kalian kepadanya. Padahal yang menyeru merupakan Zat Maha Agung yang menciptakan kalian. Menghidupkan kalian dari tiada. Mematikan dan akan menghidupkan kalian semula lalu memberi setiap dari kalian ganjaran atas apa yang kalian perbuat. Ya, seruan itu berasal dari Zat Maha Tinggi yang selayaknya mendapat perhatian kalian lebih dari apa yang ada di bumi dan seluruh isinya. Seruan itu bahkan lebih bermanfaat dari ketujuh langit dan segala isinya. Seruan itu adalah dari Tuhan kepada kamu selaku hamba.

Mari kita ajak diri kita untuk memberikan sepenuh perhatian kepada seruan Ar-Rahman agar gelar yang diberikan kepada kita benar-benar menjadi identiti kita. Jika kita mendengar “wahai orang beriman..” serahkanlah seluruh anggota tubuh kita kepada seruan itu, agar ia berkesan di minda kita, terpahat di hati kita, terpancar di dalam seluruh pergerakkan kita. Barulah akhirnya kita layak mengakui sebagai seorang yang beriman.

Published by taqeyyabella

One Response to “Nidaur Rahman”

  1. syed Says:

    artikel yg bagus id , teruskan menulis….

Leave a Comment

adv3
Feel free to share you opinion with me
  • Calendar

    March 2010
    M T W T F S S
    « Feb    
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  
  • Tentang Penulis

    Graduan dari Fakulti Bahasa Arab Universiti Al-Azhar Asy-Syarif Mesir (2005-2009). Pernah mengabdi sebagai guru di Darussalam Gontor selama setahaun (2004). Mendapatkan pendidikan menengah di Kulliyyatul Mu'allimin Al-Islamiyyah, Darussalam Gontor Ponorogo Indonesia (1998-2003). Pendidikan rendah di Sekolah Islam Al-Amin Serdang dan Bangi (1991-1997). Pelajar Tadika An-Nur Serdang (1990). Kini bergiat dalam usaha pertanian fertigasi dan berusaha menulis buku. Bercadang untuk meneruskan pengajian di Bidang Bahasa Al-Quran. Semoga segalanya dipermudahkan. Amin.
  • Taqeyyabella’s heartbeat

    Berjalan menuju ABADI berbekalkan TAQWA, menciptakan TAKUT pada yang MAHA KUASA, menimbulkan MALU sesama MANUSIA, menghadirkan KASIH pada ALAM SEMESTA.
  • ME IN FACEBOOK

  • Sapaan Mesra

  • Archives