<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Komen Santri Pacaran</title>
	<atom:link href="http://taqeyyabella.naemy.net/komen-santri-pacaran.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://taqeyyabella.naemy.net/komen-santri-pacaran.html</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 Nov 2011 03:24:52 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
	<item>
		<title>By: Helly Sardi</title>
		<link>http://taqeyyabella.naemy.net/komen-santri-pacaran.html/comment-page-1#comment-4551</link>
		<dc:creator>Helly Sardi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 08:26:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://taqeyyabella.naemy.net/?p=179#comment-4551</guid>
		<description>Salam, ikhwan semua, just nak tambah koment, sya kira jawapan akhi Shahid sudah tepat dan memadai, cuma nak tambah sikit ja, bahwa gontor adalah sebuah pondok pesantren, yang memiliki system, disiplin, sunnah2 dan nilai2 yang jelas. manakala ada seorang santri, bekas santri, atau alumnus yang berprilaku tidak sesuai dengan apa yang diajarkan gontor, maka kita hanya mengatakan, bahwa dia dari gontor, tetapi gontor bukan dia...kesalahan yang dia perbuat bukanlah seperti yang diajarkan oleh gontor...gontor tidak mampu mengawal, melihat, menilai, memperhatikan, mengawasi dan mebimbing semua alumninya yang berjumlah ratusan ribu, pasti ada santri2, alumni2nya yang berbuat tidak sesuai dengan apa yang diajarkan oleh gontor. jadi sngat dapat dimaklumi, apabila diantara mereka ada yang salah mengambil keputusan, bertindak dan berbuat...tq..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam, ikhwan semua, just nak tambah koment, sya kira jawapan akhi Shahid sudah tepat dan memadai, cuma nak tambah sikit ja, bahwa gontor adalah sebuah pondok pesantren, yang memiliki system, disiplin, sunnah2 dan nilai2 yang jelas. manakala ada seorang santri, bekas santri, atau alumnus yang berprilaku tidak sesuai dengan apa yang diajarkan gontor, maka kita hanya mengatakan, bahwa dia dari gontor, tetapi gontor bukan dia&#8230;kesalahan yang dia perbuat bukanlah seperti yang diajarkan oleh gontor&#8230;gontor tidak mampu mengawal, melihat, menilai, memperhatikan, mengawasi dan mebimbing semua alumninya yang berjumlah ratusan ribu, pasti ada santri2, alumni2nya yang berbuat tidak sesuai dengan apa yang diajarkan oleh gontor. jadi sngat dapat dimaklumi, apabila diantara mereka ada yang salah mengambil keputusan, bertindak dan berbuat&#8230;tq..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: taqeyyabella</title>
		<link>http://taqeyyabella.naemy.net/komen-santri-pacaran.html/comment-page-1#comment-4241</link>
		<dc:creator>taqeyyabella</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 06:50:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://taqeyyabella.naemy.net/?p=179#comment-4241</guid>
		<description>Waalaikumussalam..

Menurutku sih, ngak masalah jika memang tidak ada pacaran dalam arti yang sesungguhnya.

Cuman untuk makluman Hijauhujan (GreenRain) disiplin di pondok sentiasa berubah melihat situasi dan kondisi. Tapi disiplin (baca : syariat) tidak pernah berubah.

Jika berkaitan disiplin pondok perlu ditanyakan kepada yang masih di pondok kerana saya sudah lima tahun meninggalkan pondok. Tidak tahu disiplin terkini gimana. Mungkin aja sudah diharamkan penggunaan hp! siapa tahu? ;)

Makasihnya.. Suka hijau ya.. aku juga hijau.. ;)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Waalaikumussalam..</p>
<p>Menurutku sih, ngak masalah jika memang tidak ada pacaran dalam arti yang sesungguhnya.</p>
<p>Cuman untuk makluman Hijauhujan (GreenRain) disiplin di pondok sentiasa berubah melihat situasi dan kondisi. Tapi disiplin (baca : syariat) tidak pernah berubah.</p>
<p>Jika berkaitan disiplin pondok perlu ditanyakan kepada yang masih di pondok kerana saya sudah lima tahun meninggalkan pondok. Tidak tahu disiplin terkini gimana. Mungkin aja sudah diharamkan penggunaan hp! siapa tahu? <img src='http://taqeyyabella.naemy.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Makasihnya.. Suka hijau ya.. aku juga hijau.. <img src='http://taqeyyabella.naemy.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hijauhujan</title>
		<link>http://taqeyyabella.naemy.net/komen-santri-pacaran.html/comment-page-1#comment-4238</link>
		<dc:creator>Hijauhujan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 05:08:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://taqeyyabella.naemy.net/?p=179#comment-4238</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum.
yang ingin saya tanyakan bolehkah santri gontor (mahasiswa yang menjadi guru) sms an dan telpon-telponan dengan akhwat di luar pondok? walaupun hubungan mereka hanya teman saja. trus apakah itu termasuk dalam pacaran?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum.<br />
yang ingin saya tanyakan bolehkah santri gontor (mahasiswa yang menjadi guru) sms an dan telpon-telponan dengan akhwat di luar pondok? walaupun hubungan mereka hanya teman saja. trus apakah itu termasuk dalam pacaran?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yusuf</title>
		<link>http://taqeyyabella.naemy.net/komen-santri-pacaran.html/comment-page-1#comment-2952</link>
		<dc:creator>Yusuf</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Oct 2008 05:52:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://taqeyyabella.naemy.net/?p=179#comment-2952</guid>
		<description>WA LAA TAQRABUU AL-FAAHISHAH
WA LAA TAQRABUU AZ-ZINAH
QALA RABBIY AS-SIJNU AHABBU ILAIYA MIN MAA YAD&#039;UUNIY ILAIHI. WA ILLAA TASRIF &#039;AANNIY KAIDA HUNNA WA ASBU ILAIHINNA WA AKUUN MIN AL-JAAHILIIN. Sesiapa berpacaran maka jadilah dia orang jahil.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>WA LAA TAQRABUU AL-FAAHISHAH<br />
WA LAA TAQRABUU AZ-ZINAH<br />
QALA RABBIY AS-SIJNU AHABBU ILAIYA MIN MAA YAD&#8217;UUNIY ILAIHI. WA ILLAA TASRIF &#8216;AANNIY KAIDA HUNNA WA ASBU ILAIHINNA WA AKUUN MIN AL-JAAHILIIN. Sesiapa berpacaran maka jadilah dia orang jahil.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Muhammad Luthfi</title>
		<link>http://taqeyyabella.naemy.net/komen-santri-pacaran.html/comment-page-1#comment-2668</link>
		<dc:creator>Muhammad Luthfi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Sep 2008 14:53:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://taqeyyabella.naemy.net/?p=179#comment-2668</guid>
		<description>Assalamualaikum,
Pada saya, saya sangat setuju dengan pendapat dan cara antum menjawap soalan-soalan yang dikemukakan. Saya sendiri tak dapat berfikir sejauh itu. Seandainya saja soalan itu dilontarkan kepada pimpinan pondok sendiri, pasti lebih banyak lagi jawapan positif yang dapat kita temui.

Dengan jumlah santri Gontor yang mencapai ribuan dengan background kehidupan yang beberbeza itu, tak semuanya dapat dipastikan dari kalangan orang-orang baik. Namun tak dapat dipungkiri tak semuanya buruk. Gontor bukan magician atau ahli silap mata yang dapat mengubah orang dengan sekelip mata. Apa yang baik kita ambil, sebaliknya yang buruk kita buang.

Sebenarnya kembali kepada jawapan saudara Syahid tadi, semuanya tergantung INDIVIDU tersebut. Walllahu&#039;alam.
Wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum,<br />
Pada saya, saya sangat setuju dengan pendapat dan cara antum menjawap soalan-soalan yang dikemukakan. Saya sendiri tak dapat berfikir sejauh itu. Seandainya saja soalan itu dilontarkan kepada pimpinan pondok sendiri, pasti lebih banyak lagi jawapan positif yang dapat kita temui.</p>
<p>Dengan jumlah santri Gontor yang mencapai ribuan dengan background kehidupan yang beberbeza itu, tak semuanya dapat dipastikan dari kalangan orang-orang baik. Namun tak dapat dipungkiri tak semuanya buruk. Gontor bukan magician atau ahli silap mata yang dapat mengubah orang dengan sekelip mata. Apa yang baik kita ambil, sebaliknya yang buruk kita buang.</p>
<p>Sebenarnya kembali kepada jawapan saudara Syahid tadi, semuanya tergantung INDIVIDU tersebut. Walllahu&#8217;alam.<br />
Wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

