This is some text prior to the author information. You can change this text from the admin section of WP-Gravatar Final year student, General Studies Faculty of Arabic Language, Al-Azhar Asy-Syarif University, Cairo, Egypt.


Lagi-lagi kita diperlihatkan dengan tayangan menarik karya yang maha Esa. Kematian Saddam Husein di tiang gantung adalah paparan menarik yang penuh hikmah. Kematian Saddam Husien di pagi raya membuatkan Bush n the geng bangga bukan kepalang, mana tidak di hari semulia yammunnahar. Bush seakan-akan sengaja agar ianya menjadi tontonan umat islam, ya, umat islam menonton kematian saudaranya dan mereka tidak dapat melakukan apa melainkan melihat. Hanya melihat. Bahkan amat menyedihkan lagi ucapan yang sepatutnya keluar dari mulut pemimpin-pemimpin islam pun tidak terdengar. Jangankan membantah atau mengutuk mengucapkan solidariti pun tidak. Selemah itukah kita saat ini????

Kematian Saddam Husein melahirkan bermacam-macam respon dan kita sangat menikmatinya. Pujian dan hinaan adalah hal biasa bagi manusia. Seseorang harus selalu melihat hal yang positif dan negative dan mengambil pelajaran darinya. Kita juga tidak perlu menilainya dengan berlebihan kerana itu bukanlah tugas kita. Soalan seperti Saddam tu mati syahid atau tidak bukanlah hak kita untuk menjawabnya. Apa yang kita lihat tidaklah sebanyak yang tidak kita lihat. Biarkanlah Allah SWT yang menentukannya. Tapi penyataannya terakhir sangat menarik untuk dikenang “Aku bangga mati di tangan musuh.”

Kematian pasti akan datang menjemput kita semua. Waktu, tempat dan cara adalah rahsia yang tak perlu diteka. Rasanya juga sama. Mati di atas katil dan mati di tali gantung tidak membuatkan malaikat kasihan kepada kita.

Leave a Reply