This is some text prior to the author information. You can change this text from the admin section of WP-Gravatar Final year student, General Studies Faculty of Arabic Language, Al-Azhar Asy-Syarif University, Cairo, Egypt.


 Selamat Pengantin Baru Kak Euis

Semalam merupakan sebuah hari bersejarah buat kawan wanita yang baru ku kenal hampir setahun lebih sedikit. Menjadi raja sehari tentunya menjadi kenangan indah buat mereka. Kenangan yang diharapkan akan terjadi pada setiap satu dari individu masyarakat hari ini. Orang pasti akan menganggap aku berbohong jika aku berkata bahwa aku tidak ingin menjadi raja sehari itu.

Kehadiranku semalam mengingatkan pada banyak hal mengenai sebuah keluarga. Atas pengalaman dan pengetahuan serta pembelajaran dapat disimpulkan hanya ada satu cara menyembuhkan penyakit masyarakat kita hari ini. Perbaiki institusi keluarga.

Mungkin kerana fikiranku yang amat sangat serabut inilah yang menghilangkan selera menjadi raja sehari itu. Selalu terbayang jika untuk menjadi raja sehari, seseorang perlu bekerja keras siang dan malam bahkan ada yang rela meminjam sana sini demi memenuhi tuntutan egois suatu pihak. Ya, demi meraih raja sehari mereka rela membuat pinjaman, padahal apa setelah menjadi raja sehari itu adalah lebih utama difikirkan. Jika majlis merajakan diri perlu bermodalkan pinjaman, kemudian setelah menjadi raja, tentunya sang raja perlu untuk memikirkan dan bertanggung jawab atas banyak hal, fokus sang raja tadi hanya pada mencari jalan melunasi segala hutang dan memenuhi keperluan harian rakyat-rakyat baru dibawah tanggungannya. Dengan keadaan demikian tentunya masalah lain diketepikan. Akhirnya, keadaan menuntut sang ayah dan ibu sama-sama bekerja. Sang bayi baru lahir diasuh dan dididik oleh pembantu rumah atau pusat penjagaan kanak-kanak. Lihat bagaimana permulaan yang salah mempengaruhi sebuah perjalanan kehidupan.

Mungkin hanya aku yang masih kolot yang ingin ikatan ini diikat dengan ritual yang lebih bersifat essential, sarat nilai dan moral, dibanding membazirkan wang dengan luxuries yang ntah apa yang diperbanggakan darinya.

Jika kita dituntun untuk mendapat banyak zuriat yang bakal menjadi imam bagi orang-orang yang bertaqwa. Ini bermakna agenda berkeluarga adalah sebuah strategi pemerkasaan umat. Agenda besar lagi mulia. Agenda agama dan mungkin bangsa. Sebuah agenda semulia ini perlulah bermula dengan strating point yang sarat nilai dan norma. Lambang kemuliaan.

Kenapa malu untuk meraikan hari bersejarah dengan apa adanya? ucapku menghibur diri…

Leave a Reply