Hadiah hari pertama
Posted on September 14th, 2007 in Uncategorized
Layaknya sebuah madrasah adalah memberikan kita pengajaran, maklumat, pengalaman dan keyakinan. Hal-hal yang berharga ini tidak semua pelajar rasakan. Madrasah selalu menyediakannya, namun kemahiran pelajar memerhati, merekam dan mengambil hal-hal ini adalah lebih utama. Umpama seorang yang melontarkan bola ke dinding, bola tersebut akan kembali kepadanya sesuai dengan kadar daya yang dikeluarkan saat melontarkannya.
Ada beberapa hal yang terjadi pada hari pertama. Namun yang sangat terkesan adalah mengenai kemampuan mengawal diri. Kisahnya ketika azan zuhur berkumandang. Seperti biasa, tanpa melengahkan masa, persiapan diri pun segera dilaksanakan. Ketika telah sedia tuk melangkah keluar, kunci yang sepatutnya berada di sebelah laptop di atas meja belajarĂ‚ sudah tiada lagi di tempatnya. Puas dicari, tidak ditemui. Kerana tidak mampu mengawal diri dan perasaan, secara sedar dan sengaja terdetik di dalam hati menuduh roommate atau hausemate mengambilnya. Dengan perasaan bengang akhirnya terpaksa menggunakan kunci hausemate yang kebetulan ada diatas meja komputernya. Sekembalinya dari masjid, tempat pertama yang kutuju adalah meja belajarku yang penuh dengan buku, laptop, scanner dan laserjet. Alangkah terkejut dan terkedunya aku saat mataku terpandang sebuah buku tebal diatas scanner yang tadi sempat dibaca sebelum pergi ke masjid. Sekujur badan ketika itu terasa lemah lunglai, ya Allah ujian semudah ini… Mengapa aku gagal menjaga hati? Mengapa aku masih berburuk sangka? Mengapa aku masih menuduh orang lain? Mengapa aku tidak dapat menjalaninya?…
Buku tersebut memang sedang ku baca sebelum azan berkumandang. Disebabkan teguran seorang teman di YM, bacaan dihentikan. Kunci yang memang berada disebelah laptop, diambil dan diletakkan di muka surat tempat bacaan dihentikan agar tidak sulit untuk meneruskan kembali bacaan.
Ya Allah begitu susahkah untuk berbaik sangka? Begitu susahkah untuk menjaga hati? Begitu susahkah mengawal perasaan?
Tak pasal-pasal gugur beberapa pahala akibat tuduhan dan sangkaan buruk yang terdetik dalam hati ini, walau tidak diucapkan.
“Iyyakum waz zhonna, fainnazzhonna akzabul hadist..”
“Inna ba’dhoz zhonni itsmun..”

Leave a Comment