Suatu hari naiklah ke atas mimbar seorang musyrik sedang Imam Abu Hanifah berada di bawah. Lalu pemuda itu pun berkata, “Tidakkah engkau mengatakan Tuhan itu satu?”
“Ya” Imam Abu Hanifah menjawab dengan tegas.
“Lalu siapakah sebelumnya?” tanya si musyrik itu lagi.
Imam Abu Hanifah berkata, “Persoalan ini susah untuk di jawab, cuba saudara kira..” pinta Imam Abu Hanifah.
Si musyrik itu pun mula mengira, “Satu, dua, tiga..”
Imam Abu Hanifah mencelah sambil berkata, “Ulangi!”
Si musyrik itupun mengulangi sekali lagi, “Satu, dua, tiga..”
Imam Abu Hanifah kemudian bertanya apa sebelum satu?
Si musyrik itupun terdiam dan tidak mampu berkata apa, “Tidak ada apa-apa sebelum satu.”
Maka Allah SWT itu satu, tidak ada sesuatu sebelumnya dan tidak ada sesuatu sesudahnya…






