Al Mahabbah Fillah Part 2

Posted on April 13th, 2007 in Uncategorized

Suatu hari Hakim berjalan dan menemui seseorang yang sedang menangis meratapi sebuah kubur maka bertanyalah dia akan hal yang menyebabkan pemuda itu menangis. Pemuda itu pun menjawab bahwa sesungguhnya dia memiliki seorang kekasih yang kini telah pun meninggal dunia. Hakim berkata, sesungguhnya anda telah menzalimi diri anda dengan mencintai kekasih yang mati (tidak kekal) seandainya saja engkau mencintai seseorang yang tidak akan mati, tidaklah engkau akan menderita kerana berpisah dengannya.

Cinta adalah suatu keistimewaan yang paling istimewa yang dimiliki manusia, akan tetapi bukanlah permasalahannya pada mencintai atau dicintai. Mengetahui siapakah yang sepatutnya dicintai adalah lebih utama. Manusia mengetahui dengan akal, mencintai dengan hati, bergerak dengan badan. Fitrah manusia mencintai kesempurnaan, keindahan dan kecantikan, juga mencintai pemberian.

Ketika akal mengetahui dari sebuah menelitian dan pemerhatian yang dalam tentang penciptaan langit dan bumi, yang semua ciptaan itu merupakan sebuah petunjuk, pengiktirafan dan penghormatan bagi manusia. Ketika manusia melihat setiap kejadian yang berlaku yang ia tentunya merupakan perbuatan dan rekayasa Allah SWT, maka akan tampaklah keadilan, rahmat dan ihsan Allah SWT. Ketika manusia berfikir akan penciptaan Allah SWT, kemudian melihat keseluruh perbuatan dan ketentuan Allah SWT, lalu bertadabbur setiap kalam-kalam Allah SWT, maka akal seseorang itu akan menuntunnya untuk mengetahui dan mengenal segala hakikat. Begitu juga fitrah seseorang itu akan menuntunnya untuk mencintai sesiapa yang telah berlaku baik terhadapnya. Tentunya penghujung semua proses ini akan melahirkan sebuah cinta yang teramat agung kepada Allah zil Jalali wal ikram. Manusia yang paling cerdik dan waras pikirannya adalah yang paling dahsyat cintanya kepada Allah SWT, sepertimana yang kita sering dengar “La imana liman la mahabbata lahu” ‘Tidaklah beriman seseorang yang tidak memiliki perasaan cinta’.

Cinta adalah kekuatan hati, makanan jiwa dan ruh, kehidupan yang apabila seseorang tidak memilikinya dia diantara mayat-mayat. Cinta juga merupakah cahaya yang jika seseorang kehilangannya dia berada di dalam kegelapan, ia juga merupakan penyembuh atau penawar yang siapa tidak memilikinya merana kesakitan. Cinta juga adalah keenakan dan kelezatan yang barang siapa tidak memilikinya akan dahaga dan sengsara. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, “Tsalasun man kunna fihi wajada halawatal iman, an yakunallahu wa rasuluhu ahabba ilaihi mimma siwahuma, wa an yakunal mar a la yuhuibbuhu illa lillah, wa an yakraha an ya’uda fil kufri ba’da iz anqazahu minhu kama yakrahu an yulqa finnar” “Tiga keadaan yang jika kita mendapatkannya akan merasakan kemanisan iman, 1. Hendaklah Allah SWT dan RasulNya SAW menjadi yang paling dia cintai selain keduanya, 2. Mencintai seseorang yang tidak dicintainya melainkan kerana Allah SWT dan 3.Membenci untuk kembali ke keadaan kafir (setelah Allah SWT mengeluarkannya) sepertimana ia benci untuk dimasukkan kedalam neraka. Hadis riwayat Bukhari dan Muslim.

Seseorang yang mengenali Tuhannya akan mencintaiNya, seseorang yang Mencintai Tuhannya akan berusaha mendapatkan cinta Tuhannya, dan menjalankan dengan istiqamah segala perintahnya, mengerjakan segala kebaikan untuk dapat melihat wajah Tuhannya, ketika itu dia akan merasakan kemanisan iman setelah seseorang itu terlepas dari bahang panas kekufuran. Allah SWT berkata yang diriwayatkan oleh NabiNya Muhammad SAW, yang mafhumnya berbunyi “HambaKu masih mendekatkan diri kepadaKu dengan nawafil (amalan sunat) sehingga Aku mencintainya, jika Aku mencintainya Aku menjadi pendengaran yang dengannya dia mendengar, aku menjadi penglihatan yang dengannya dia melihat, aku menjadi tangan yang dengannya dia bertindak, aku menjadi kaki yang dengannya dia berjalan dan ketika dia meminta kepadaKu akan Aku berikan, dan ketika mereka meminta perlindungan niscaya akan Aku melindunginya”

Pernah suatu ketika di Makkah Al Mukarramah pada musim haji berbincanglah sekelompok orang-orang tua dan bersama-sama mereka Junaid yang merupakan yang paling muda di antar mereka. Mereka berkata, Sampaikanlah apa yang kamu miliki wahai Junaid, lalu dia pun berkata, Hamba yang telah hilang dari dirinya keinginan-keinginan peribadi, berzikir kepada Tuhannya dengan berterusan, mendirikan segala hak-hakNya, melihat kepadaNya dengan hatinya, Ketika dia berkata-kata maka dia akan berkata-kata dengan Allah SWT, ketika dia berucap maka ucapannya adalah tentang Allah SWT, ketika dia bergerak maka gerakannya adalah sesuai dengan perintah Allah SWT, ketika dia berdiam diri maka dia adalah bersama-sama Allah. Dia adalah dengan Allah SWT, kerana Allah SWT dan bersama-sama Allah SWT.

Wahai orang-orang yang beriman! Sesiapa di antara kamu berpaling tadah dari agamanya (jadi murtad), maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Dia kasihkan mereka dan mereka juga kasihkan Dia; mereka pula bersifat lemah-lembut terhadap orang-orang yang beriman dan berlaku tegas gagah terhadap orang-orang kafir, mereka berjuang dengan bersungguh-sungguh pada jalan Allah dan mereka tidak takut kepada celaan orang yang mencela. Yang demikian itu adalah limpah kurnia Allah yang diberikanNya kepada sesiapa yang dikehendakiNya; kerana Allah Maha Luas limpah kurniaNya, lagi Meliputi PengetahuanNya. – Al Maidah : 54

Dari ayat diatas dapat kita simpulkan beberapa ciri-ciri kekasih (orang yang mencintai) Allah SWT:

1 . Bersifat lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman.

2. Berlaku tegas dan gagah terhadap orang-orang kafir

3. Mereka berjuang dengan sungguh-sungguh pada jalan Allah dan mereka tidak takut celaan orang yang mencela.

Cinta yang hakiki ini menjadikan seorang muslim gagah perkasa, menjadikan seorang dewasa dan matang. Mahukah kita sama-sama berusaha untuk menanamkan cinta yang hakiki ini agar menjadi landasan yang menuntun kehidupan kita. Janganlah kita hancur dengan cinta yang memanjakan kita, membuaikan kita dengan anganan yang entah ke mana seperti mana yang dilaungkan mereka yang tersesat dizaman ini. Lihatlah betapa agungnya cinta yang Allah SWT ajarkan kepada kita. Mari kita renungkan erti cinta kerana Allah SWT…

Published by taqeyyabella

Leave a Comment

Share