“Woi, betul ke kau sertai mereka?” tanya seorang ikhwah sambil mendorong keras bahuku. Tampak jelas di wajahnya bahwa dia tidak bersetuju dengan tindakkanku. Secepat inikah berita ini tersebar. Aku menarik nafas panjang, menahan seketika di dada lalu menghembusnya dengan agak keras sehingga sedikit menghasilkan suara. “Adakah anta terperanjat?” tanyaku tenang.






